Sejarah Singkat di Bangunnya Masjid Al Juman

Sejarah Singkat di Bangunnya Masjid Al Juman

Sejarah Singkat di Bangunnya Masjid Al Juman – Adanya waktu rutin ngaji dan ceramah di pemukiman Bondongan Selatan di mulai di taun 1957, dimulai dari 30 orang warga sekitar dengan rutinitas ngaji mulai rumah tiap warga secara bergiliran di pemukiman kompleks sambil silaturahmi rutin. Kemauan untuk mempunya tempat spesial untuk ibadah yang dimulai di taun 1958. Waktu itu penduduk sekitar memulai pembangunan masjid dengan ukuran 5 x 7 meter di pemukiman tersebut. Kantor dikala itu memberikan sarana advis serta rancangan gambar.

Sejarah Singkat di Bangunnya Masjid Al Juman

Terdesaknya dari keperluan dimana semakin besarnya akan hal tersebut, masyarakat muslim pemukiman di musyawarahkan di tempat tinggal Bapa Juswa di tanggal 6 bulan Agustus taun 1963 membuat panitia perencanaan pembangunan. Panitia dengan dana awal sekitar 53.000 Rupiah diperoleh dari 5 penduduk, di tanggal 16 bulan september taun 1963 meminta izin melakukan pembangunan mesjid Jami dengan ukuran 6 x 8 meter kepada pimpinan Kota Bogor. Lokasi  didirikannya bangunan tersebut didapat dari sumbangsih warga perumahan.

Seiring ada nya penambahan jumlah penduduk pemukiman dan model kegiatan masyarakat lebih banyak, area masjid lebih di perluas. Dilaporan yang di buat Dewan Kemakmuran Masjid Kota Bogor di taun 1987, luas area mesjid mencapai 200 meter persegi yang banyaknya kaum muslim saat solat Jumat sekitar 450 warga. Dilanjuti pada taun 1988 di buat Panitian Peremajaan Mesjid untuk melakukan perubahan di bagian depan mesjid yang di lanjuti ke area yang telah rusak, apalagi bagian atas atap. Pembangunan kali ini di pimpin Bapak Haji Hidayat Kusumahnagara.

Ruang Sholat Utama Mesjid Al Juman

Di awal mulanya menggunakan masjid untuk solat bersama dan ngaji rutin bapak – bapak. wanita pemukiman lalu melakukan rutinitas pengajian dan ikut dalam solat bersama saat Idul Adha dan Idul Fitri. Untuk kegiatan anak ada tulis dan baca  di awali taun 1982.

Dilihat dari banyaknya para anak yang membutuhan tambahan ilmu Agama Islam, di taun 1984 di dirikan Taman Pendidikan Alquran (TPA) & Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Al-Juman, yang banyak murid di tahun itu dengan jumlah 70 siswa. Setiap tahun jumlah siswa bertambah terus.