Pemuda Muhammadiyah Tidak Menyerukan Protes Terhadap Kanisius

Berita yang beberapa waktu sempat viral dan cukup menggemparkan di sosial media tentang penolakan pemuda muhammadiyah terhadap Kolesi canisius berbuntut panjang. Organisasi kepemudaan di bawah naungan PP Muhammadiyah sampai harus membukan conferensi pers untuk mempertegas sikap mereka atas peristiwa tersebut.

Dalam rilis yang mereka keluarkan secara resmi telah digambarkan bahwa secara prinsip mereka tidak menentang apalagi protes dengan melakukan demonstrasi yang mengerahkan masa secara masif.

Sayap muda Muhammadiyah telah meminta orang untuk tidak melakukan demonstrasi menentang Kolese Canisius menyusul sebuah kejadian di mana komposer Ananda Sukarlan keluar saat pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada ulang tahun sekolah tersebut pada hari Sabtu yang lalu.

Sejak itu, pesan yang mendesak orang untuk melakukan demonstrasi menentang perguruan tinggi telah beredar di media sosial. Pada hari Rabu, sebuah delegasi imam dan alumni sekolah mengunjungi gedung Muhammadiyah, yang terletak di sebelah sekolah, untuk menyampaikan kekhawatiran mereka tentang demonstrasi yang direncanakan. Rektor sekolah Joannes Heru Hendarto SJ, mengatakan bahwa sekolah tersebut menyesalkan tindakan Ananda.

Apa yang telah dilakukan oleh Ananda tidak mewakili sikap sekolah, kata Heru. Kepala sayap pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa organisasi tersebut akan melindungi sekolah tersebut jika ada demonstrasi. “Kami dengan rendah hati mengatakan bahwa siapapun yang mencoba melakukan demonstrasi menentang Canisius mencoba melakukan demonstrasi di rumah kami, kantor Muhammadiyah, yang terletak di sebelah Kolese Kanisius,” kata Danhil dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan bahwa organisasi tersebut menuntut agar demonstrasi dibatalkan karena dapat memicu intoleransi. Siapa pun yang ingin memprotes keputusan Ananda untuk keluar, harus menyampaikan keluhan mereka kepada Ananda karena ini adalah keputusan pribadinya, bukan sekolahnya, Tambah danhil

Dia menambahkan bahwa organisasi tersebut menuntut agar demonstrasi dibatalkan karena dapat memicu intoleransi. Siapa pun yang ingin memprotes keputusan Ananda untuk keluar, harus menyampaikan keluhan mereka kepada Ananda karena ini adalah keputusan pribadinya, bukan sekolahnya, Danhil menambahkan.

Akhirnya semoga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi semua untuk saling menghormati dan menghargai.

Leave a Comment